Cara install software

“tar” adalah utiliti yang

“tar” adalah utiliti yang dikembangkan oleh GNU untuk mempermudah pemakai Linux membackup dan mengarsipkan files, serta memadatkannya untuk kebutuhan penyimpanan lebih lanjut. Utiliti ini ada di hampir semua distribusi Linux dan memiliki kemampuan untuk memanfaatkan berbagai jenis media penyimpanan.
Paket file yang diarsipkan dengan tar, disebut juga tarballs, biasanya dapat diidentifikasi dengan ekstensi .tar.kompresi. Kompresinya dapat berupa .gz , .Z , .bz2 atau lainnya, tergantung pada program kompresi data yang digunakan, maupun tanpa .kompresi untuk menyatakan bahwa tarball tersebut tidak menggunakan kompresi apapun. Tarball dapat memuat beberapa file, direktori, dan informasi-informasi penting lain yang berhubungan dengan file itu sendiri, maupun menyimpannya pada berbagai jenis media penyimpanan (floppy disk, CD, harddisk, tape drive,dan media lainnya).

2. Option – option pada tar

Sebagai utiliti yang berbasis CLI (Command Line Interface), tar mengikuti kelaziman penggunaan aplikasi CLI yang digunakan mengikuti tata cara berikut:

tar [opsi …] NamaTarballs [NamaFile_atau_Direktori …]

Secara lengkap opsi yang disediakan oleh tar dapat di lihat di manual yang berhubungan dengan tar dengan mengetikkan man tar di CLI. Jangan lupa, setiap perintah dan Opsi tar bersifat case sensitif, artinya penggunaan huruf kapital dan huruf kecil tidak sama.

:: Option pokok pada tar

A menambahkan files ke tarball
–catenate
–concatenate

c membuat tarball baru
–create

d Menemukan perbedaan atau membandingkan antara isi tarball dan
–diff files yang ada di sistem
–compare

–delete menghapus isi tarball, perintah ini tidak boleh digunakan di tape magnetik

r menambahkan file ke akhir dari tarball
–append

t menampilkan daftar isi tarball
–list

u mengganti file di dalam tarball dengan file yang lebih baru
–update

x mengeluarkan file dari tarball
–extract
–get

:: Beberapa option tambahan

–atime-preserve Jangan ubah tanggal akses dari file yang dikeluarkan

–checkpoint Tampilkan nama direktori ketika membaca tarbal

f Gunakan file tarbal atau nama devais F (default /dev/rmt0)
–file [HOSTNAME:]F

h jangan keluarkan symbolic link, tetapi keluarkan file tujuan
–dereference symbolic link

k pertahankan files yang telah ada di filesystem, jangan overwrite
–keep-old-files dengan files yang berasal dari tarball

l tetap di filesystem lokal ketika membuat tarball
–one-file-system

m jangan keluarkan informasi waktu modifikasi files
–modification-time

M membuat/menampilkan/mengeluarkan dari tarball multi-volume
–multi-volume

N hanya simpan files yang lebih dari dari tanggal tgl
–after-date tgl
–newer tgl

O Keluarkan files ke output standard
–to-stdout

p Keluarkan semua informasi proteksi / permisions
–same-permissions
–preserve-permissions

P jangan buang awalan `/` dari nama files
–absolute-paths

–preserve sama dengan -p -s

R tampilkan nomor record di dalam tarball dengan pesan masing-masing
–record-number

–remove-files hapus files setelah menambahkannya ke dalam arsip

s tampilkan nama files yang akan dikeluarkan secara berurutan dari
–same-order tarball yang berurutan
–preserve-order

–same-owner Buat file yang dikeluarkan dari arsip dengan kepemilikan yang sama

–totals tampilkan total bytes yagn ditulisdengan opsi –create

v Tampilkan dengan kata-kata daftar files yang telah diproses
–verbose

V buat tarball dengan nama volume LABEL
–label LABEL

–version tuliskan informasi versi dari program tar yang digunakan

w konfirmasikan setiap tindakan
–interactive
–confirmation

W lakukan verifikasi tarbal setelah ditulis / dibuat
–verify

–exclude filelist jangan sertakan file dengan nama filelist

X jangan sertakan files yang tertulis didalam filelist
–exclude-from filelist

y filter tarball melalui bzip2
–bzip2
–bunzip2

Z filter tarball melalui compress
–compress
–uncompress

z filter tarbal melalui gzip
–gzip
–ungzip

–use-compress-program PG filter tarball dengan program bernama PG
( program harus mampu menerima opsi -d )

–block-compress blok output dari program kompresi untuk tape

-[0-7][lmh] spesifikasikasikan drive dan kerapatannya

3. Contoh Penggunaan sederhana

tar -xvf foo.tar
mengeluarkan isi dari file foo.tar dengan kata – kata (verbose)

tar -xvzf foo.tar.gz
mengeluarkan isi dari file foo.tar.gz dengan kata – kata (verbose)

tar -cvf foo.tar foo/
membuat file tar dr sebuah folder yg bernama foo dengan kata – kata (verbose)

4. Penutup

demikian dasar – dasar penggunaan tar dan sedikit contoh penggunaan yg umum kita jumpai. Untuk yang lebih kompleks silahkan gabungkan opsi2 yang anda dan di sesuaikan dengan kebutuhan. dan untuk lebih jelasnya bisa silahkan membaca manual pagenya ( man tar ).

5. Referensi
$man tar

by: kenta

  • Login to post comments
Wed, 15/04/2009 – 15:49 — alex koswara

saya mau tanya gmana caranya

saya mau tanya gmana caranya konfigurasi jaringan di linux

  • Login to post comments
Sat, 18/04/2009 – 12:10 — utam

kalau Anda mendownload paket

kalau Anda mendownload paket program yg file berekstensi tar.gz atau tar.bz2, kalau d dunia open source (unix/bsd), itu artinya adalah ‘source code’. anda perlu lebih dulu mengekstraknya spt yg dijelaskan oleh _kenta_.

nah utk instalasinya, lebih dulu cari file README atau INSTALL di dlm folder hasil ekstraksinya (kalau file itu adlh “aplikasi.tar.gz” biasanya nama folder hasil ekstraksi nanti bernama>> “aplikasi” << perhatikan)

1. masuk ke dalm folder itu, baca file README atau INSTALL (biasanya dlm file itu ada petunjuknya).
2. umumnya teknik installnya, spt ini:
./configure
./make
./make install
3. yg diatas itu umumnya lho, tp mgkn ad option lain yg bs di gunakan, makanya baca file README atau INSTALL yg ada, pasti ada.
4. Oh, ya biasanya pas saat perintah ‘make install’ spt diatas, Anda perlu login sbg ‘root’ krn takutnya sistem akan menolak Anda yg mencoba install progrm sbg user biasa.

  • Login to post comments
Mon, 20/04/2009 – 22:32 — parjo

kulonuwun saya newbie mau

kulonuwun saya newbie mau tanya gimana cara nginstal linux (saya pake compi yang agak kuno) terus cd nya bisa diperoleh dimana?tolong aq

  • Login to post comments
Tue, 21/04/2009 – 12:03 — utam

1. pastikan ada space kosong

1. pastikan ada space kosong pd harddisk anda. klo anda mau pake dual OS (win + linux), ya buat aja 1/2 space-nya. anda mestinya sudah tahu bgmn membagi partisi via windows kan? biasanya org pakai Partition Magic.
2. cari cd dimana aja bisa, di toko cd-software, d teman, paling bagus jika di daerah anda ada komunitas pengguna linux (KPLI), anda bisa minta bantuan ke mrk scr optimal, mrk akan senang membantu.
3. instalasi linux skrg udah relatif mudah, cukup booting kompi dari cd-rom, lalu ikuti prosesnya (bahasa Inggris anda ok kan?).
4. kalau anda tdk mau ambil resiko kehilangan data pd harddisk saat ini. cari dulu manual instalasi (terutama pembagian partisi di Linux). kalau tdk salah disini ada artikel ttg instalasi linux tuk newbie, coba cari.

  • Login to post comments
Fri, 24/04/2009 – 09:49 — songahige

Tar.gz, tar.bz2?tuh kalo di

Tar.gz, tar.bz2?tuh kalo di windows sebangsa zip, rar,so?da banyak kemungkinan,biasanya yg ada di dalamnya adalah source code,jadi perlu di compile dulu.kalo dalemnya binary ya tinggal pake aja ^_^
kalo pengen yg nginstal2 gt, liat dulu distro yg u pake kalo mis.yg u pake ubuntu ya yang extensinya .deb.kalo ubuntu yg baru tinggal doble klik aja kok kyak windows.ada juga yang pake tar biasa, kayak slackware tp biasanya extns tgz bukan tar.gz. gitu deh pokoknya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s